Februari 10, 2012

Bermain Bersama Ikan Dewa di Pemandian Air Dingin Cibulan, Kuningan Cirebon

Jalan-jalan ke Cirebon tidak lengkap rasanya jika tanpa mengunjungi objek wisata pemandian air dingin Cibulan. Objek wisata Cibulan terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Cirebon, Jawa Barat. Objek wisata ini baru merupakan salah satu objek wisata tertua di Kuningan, diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R. A. A. Mohamand Achmad. Perkembangannya, pada tahun 1960, Cibulan secara permanen dibangun menjadi kolam renang yang dibuka untuk umum.


Objek wisata Cibulan terletak sekitar 7 km dari Kuningan atau kurang lebih 28 km ke arah selatan Cirebon. Pada saat berkunjung kesini, kebetulan kami bersama dengan teman yang kenal dengan petugas penjaga pintu masuk. Alhasil, rombongan kami dapat masuk kedalam objek wisata ini tanpa perlu membayar tiket masuk. Normalnya, harga tiket masuk ke dalam pemandingan air dingin Cibulan ini adalah Rp10.000,- untuk orang dewasa dan Rp6.500,- untuk anak-anak.


Kolam pemandian ini berdiri diatas lahan seluas 5 ha memiliki 2 kolam besar berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35x15m2 dengan kedalaman sekitar 2m, sedangkan kolam kedua berukuran 45x15m2 yang dibagi menjadi 2 bagian, masing-masing dengan kedalaman 60 cm dan 120 cm. Kedua kolam tersebut dihuni oleh puluhan ikan kancra bodas (Labeobarbus Dournesis), atau yang lebih sering disebut sebagai ikan dewa oleh masyarakat setempat. Yang istimewa dari kolam pemandian ini adalah pengunjung dapat berenang bersama ikan-ikan tersebut, karena ikan-ikan tersebut jinak. Selain itu, jika Anda tidak berenang dan hanya ingin memegang ikan ini saja, Anda dapat menggunakan jasa pawang ikan disana.


Kedua kolam di pemandian Cibulan ini rutin dikuras airnya untuk dibersihkan setiap 1-2 minggu sekali, bergantung pada tingkat kebersihan airnya. Nah, yang unik adalah pada saat air kolam dikuras, ikan-ikan yang tadinya berada didalam kolam akan hilang entah kemana dan ketika kolam kembali diisi airnya, ikan-ikan tadi akan muncul kembali dengan jumlah yang sama seperti sebelum kolam dikuras airnya. Konon ketika air kolam dikuras, ikan-ikan berpindah ke Kolam Cigugur, Kecamatan Cigugur, yang juga merupakan objek wisata serupa di Cirebon.


Mitos yang berkembang di masyarakat adalah bahwa ikan-ikan dewa yang ada di dalam kolam di Pemandian Air Dingin Cibulan ini adalah prajurit-prajurit yang membangkang pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi sehingga akhirnya mereka dikutuk oleh Prabu Siliwangi menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu sampai dengan sekarang tidak pernah bertambah ataupun berkurang jumlahnya. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu, sampai dengan saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini, karena dipercaya bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut niscaya akan mendapat kemalangan.


Selain kolam dengan ikan dewanya, objek wisata Cibulan juga terkenal 7 sumber mata air keramat yang bernama Tujuh Sumur, terletak disudut barat permandian. Ketujuh mata air tersebut berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing memiliki nama Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Keselamatan, Sumur Cisadane, Sumur Cirencana, dan Sumur Kemudahan. Konon, terdapat kepiting emas di dalam salah satu kolam tersebut yang jika sedang mujur dapat dilihat dan bisa mengabulkan permohonan orang tersebut.


Letak ketujuh mata air tersebut mengelilingi sebuah petilasan yang konon merupakan petilasan tempat Prabu Siliwangi beristirahat sekembalinya dari Perang Bubat. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Padjadjaran).


Tujuh Sumur dan Petilasan Prabu Siliwangi ini akan ramai dikunjungi orang untuk berziarah pada malam Jum'at Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. Masyarakat percaya bahwa air dari Tujuh Sumur membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan mereka.

5 komentar:

  1. "walaupun baru diresmikan pada 27 Agustus 1939, tetapi sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1960."

    koreksi dikit ni ga salah tahun diresmikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas koreksinya, sudah saya perbaiki :)

      Hapus
  2. wah, pingin coba berenang dikolamnya nih

    BalasHapus